IAIN Bukittinggi

Deutschland online bookmaker http://artbetting.de/bet365/ 100% Bonus.

Hayati Syafri Murni Diberhentikan Melanggar Disiplin Kepegawaian

25 February 2019 By In Berita Terbaru

51137455 763699897322659 6255736844353273856 o

Bukittinggi, -- Hayati Syafri diberhentikan sebagai ASN murni karena melanggar disiplin pegawai. Keputusan ini didasarkan pada rekam jejak kehadirannya secara elektronik melalui data finger printnya di kepegawaian IAIN Bukittinggi.

Hal itu diungkapkan Kepala Biro IAIN Bukittinggi, Drs, Syahrul Wirda, MM melalui keterangan resminya yang diterima PPIP, tadi malam (24/2). Berdasarkan hasil audit Itjen, kata Syahrul, ditemukan bukti valid bahwa selama tahun 2017 Hayati Syafri terbukti secara elektronik tidak masuk kerja.

"Total ketidakhadiran di kampus terakumulasi selama 67 hari kerja," jelasnya.

Ditambahkan Syahrul, pemberhentian Hayati Syafri dari ASN karena terbukti melakukan perbuatan yang melanggar ketentuan pasal 3 angka 11 dan 17, PP Nomor 53 tahun 2010. Pada angka 11, aturan itu berbunyi, setiap PNS wajib masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja. Kemudian pada angka 17 ditegaskan, setiap PNS wajib menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang.

"Berbicara tentang sanksi dapat dijelaskan bahwa bukan hanya Hayati Syafri yang mendapat sanksi kepegawaian, tetapi yang lain pun dapat sanksi dan sudah diproses sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku, seperti: Penundaan Kenaikan Pangkat, Penurunan Pangkat, Penundaan Kenaikan Gaji Berkala, dan lain-lain," paparnya.

Sekaitan dengan kedisiplinan ASN, sambung Syahrul, IAIN Bukittinggi telah menerapkan finger print (Absensi Elektronik, red) untuk menjamin transparansi serta kepastian bahwa Dosen dan Pegawai, PNS dan Non PNS mengikuti ketentuan wajib masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja. 

Disamping itu, katanya, perlu dijelaskan bahwa saudari Hayati Syafri meskipun Kuliah S3, yang bersangkutan tetap harus masuk kantor dan melaksanakan kewajiban belajar mengajar, karena yang bersangkutan mengajukan Izin Belajar. 

"Ketentuan ini dapat dilihat lebih detail berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor: 175 tahun 2010 tentang Pemberian Tugas Belajar dan Izin bagi Pegawai Negeri Sipil Kementerian Agama; Bab I Pasal 1 Angka: 11," ulasnya.

Penegasan Kabiro IAIN ini sekaligus mengklarifikasi rumor bahwa Hayati diberhentikan karena cadar. Menurutnya, hal itu tidak benar karena pertimbangan pemberhentian Hayati semata alasan disiplin pegawai.

 "Jika ada keberatan, Hayati Syafri masih mempunyai hak untuk banding ke Badan Pertimbangan Kepegawaian (BAPEK) ataupun ke PTUN," tandasnya. 

Sementara itu, berdasarkan keterangan Kementerian Agama lewat website resminya, Kasubbag Tata Usaha dan Humas Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Agama, Nurul Badruttamam, di Jakarta, juga mengungkapkan, pemberhentian Hayati Syafri sebagai ASN berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 Pasal 3 ayat 11 dan 17. 

Kata Nurul, PNS yang tidak masuk kerja secara akumulatif minimal 46 hari kerja tanpa keterangan yang sah dalam satu tahun, harus diberikan hukuman disiplin berat berupa diberhentikan secara hormat atau tidak hormat sebagai PNS.

"Berdasarkan hasil audit Itjen, ditemukan bukti valid bahwa selama tahun 2017 Hayati Syafri terbukti secara elektronik tidak masuk kerja selama 67 hari kerja," katanya lewat website resmi Kemenag RI, Sabtu (23/2).

Selain masalah ketidakhadiran di kampus sebanyak 67 hari kerja selama 2017, kata Nurul, Hayati juga terbukti sering meninggalkan ruang kerja dan tidak melaksanakan tugas lainnya pada 2018. Tugas dimaksud misalnya, menjadi penasihat akademik dan memberikan bimbingan skripsi kepada mahasiswa. 

"Itu merupakan pelanggaran disiplin berat yang harus dikenai hukuman disiplin berat, yaitu diberhentikan dengan hormat sebagai PNS," tutupnya. (PPIP IAIN Bukittinggi)

Read 367 times

Download Template Joomla 3.0 free theme.