IAIN Bukittinggi

Deutschland online bookmaker http://artbetting.de/bet365/ 100% Bonus.

FGD SPI : Bahas Pengelolaan dan pertanggungjawaban penelitian dan pengabdian di IAIN Bukittiinggi

01 November 2018 By In Berita Terbaru

fgd            Dalam rangka memperkuat pemahaman pengelolaan dan pertanggungjawaban dana penelitian dan pengabdian di IAIN Bukittinggi, SPI mengadakan Focus Group Discussion (FGD) di hotel Roky Bukittinggi pada (31/10) lalu. Narasumber kegiatan ini yaitu Taufik Kurrohman, SE, M.SA, Ak, CA, QIA, CFRA, AAPB. Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Universitas Jember, Auditor Financial pada Inspektorat Jenderal Kemenristekdikti dan juga Sekretaris Umum pada Forum SPI PTN Indonesia. Peserta FGD ini yaitu Dosen Peneliti, Kepala LP2M, Kepala Pusat Penelitian, Kabag Keuangan, Bendahara Pengeluaran dan Tim SPI IAIN Bukittinggi.

Taufik Kurrohman, SE, M.SA, Ak, CA, QIA, CFRA, AAPB dalam uraiannya memaparkan berbagai persoalan penelitian yaitu Penetapan dana penelitian melebihi SBK 2018, Laporan Akhir belum diunggah, Peneliti tidak mengikuti monev, Peneliti yang tidak menyampaikan SPTB, Sisa dana penelitian yang kurang dipertanggungjawabkan, Pembayaran honor kepada ketua dan atau anggota peneliti, Belanja bahan yang melebihi SBM tahun 2018, Bukti SPJ fiktif dan atau mark-up.

Menurutnya persoalan ini bisa saja diatasi jika dikerjakan sesuai dengan alur dan RAB yang telah direncanakan. “Strategi pertanggung jawaban dana harus memperhatikan indikator penyusunan TOR dan RAB, Pemahaman Kode Akun dan Pemahaman bukti transaksi dan pemahaman tentang perpajakan. “ ungkapnya,

Rektor IAIN Bukittinggi Dr. Ridha Ahida mengatakan Dosen memiliki kewajiban melaksanakan tridarma perguruan tinggi, yaitu, Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian. “Penelitian dan pengabdian merupakan salah satu kegiatan utama dosen dalam menunjang visi misi IAIN Bukittinggi. Semoga FGD ini bermanfaat bagi peneliti dan yang akan melakukan penelitian, kita di IAIN Bukittinggi telah diaudit kinerja penelitian untuk tahun 2017-2018.”

“Bagaimana dana yang di peroleh dari BOPTN itu dapat digunakan dalam kegiatan penelitian sesuai dengan ketentuan.Rektor juga berharap setelah FGD ini maka akan menghasilkan peneliti yang tajam, solutif dan akuntabel. dan tidak menyalahi aturan.”

Zulhelmi, SE,MM ketua SPI di akhir acara mengungkapkan banyak sekali pelajaran pelajaran baru yang kita dapati setelah melakukan FGD ini. “dimana belanja penelitian itu terdiri dari dua rumpun yaitu rumpun Eksakta dan rumpun sosio Humaniora" (Humas IAIN Bukittinggi)

Read 80 times

Download Template Joomla 3.0 free theme.