IAIN Bukittinggi

Deutschland online bookmaker http://artbetting.de/bet365/ 100% Bonus.

IAIN Bukittinggi Memacu Penerbitan Haki untuk Karya Intelektual Dosennya

04 July 2018 By In Berita Terbaru

kampus2


WWW.IAINBUKITTINGGI.AC.ID, Bukittinggi -- Sebagai dukungan nyata lembaga IAIN Bukittinggi untuk menghargai karya sekaligus memberikan perlindungan hak cipta atas kekayaan intelektual dosen, mahasiswa atau semua unsur civitas akademika, IAIN Bukittinggi mendaftarkan karya intelektual dosen, dan telah memperoleh sertifikat HAKI (Hak Kekayaan Intelektual) dan tercatat lisensi hak ciptanya di Kemenkumham sebanyak 25 karya dosen. “Sebanyak 25 HAKI dari dosen kita (IAIN Bukittinggi) telah terdaftar di Kemenkumham, berupa telah terbitnya sertifikat HAKI untuk karya mereka, yang terdiri dari artikel dosen (penelitian), tesis, disertasi dan software, dari dosen yang tersebar di pascasarjana dan empat fakultas di IAIN Bukittinggi,” ungkap Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. Asyari, M. Si di ruang kerjanya, Kampus II, Kubang Putih, IAIN Bukittinggi, Selasa (03/07).

HAKI (Hak Kekayaan Intelektual) adalah hak eklusif yang diberikan suatu hukum atau peraturan kepada seseorang atau sekelompok orang atas karya ciptanya. Menurut UU yang telah disahkan oleh DPR-RI pada tanggal 21 Maret 1997, HAKI adalah hak secara hukum yang berhubungan dengan permasalahan hasil penemuan dan kreativitas seseorang atau beberapa orang yang berhubungan dengan perlindungan permasalahan reputasi dalam bidang komersial (Commercial reputation) dan tindakan/ jasa dalam bidang komersial (Goodwill). Bentuknya adalah Hak Cipta (copyrights) dan Hak Kekayaan Industry (Hak Paten, Hak Merek, Hak Desain Insustri, Hak Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu, Hak Rahasia Dagang dan Hak Indikasi).

Tahun anggaran 2018-2019, IAIN Bukittinggi menganggarkan untuk memacu penerbitan sertifikat dan pencatatan lisensi hak cipta oleh Kemenkumham, dengan target 66 sertifikat HAKI bisa diperoleh untuk dosen dan civitas akademika IAIN Bukittinggi dari Kemenkumham. “Kita (IAIN Bukittinggi) sudah memiliki Pojok HAKI yang bisa secara langsung mengurus HAKI ke kemenkumham tanpa melalui konsultaan”, ungkap Dr. Asyari, M. Si. Kedepannya IAIN Bukittinggi meningkatkan pelaksanaan dan pengembangan program HAKI terhadap karya-karya dosen dan mahasiswa, baik hasil penelitian maupun pengabdian masyarakat.

“Dengan adanya sertifikat HAKI, hasil-hasil penelitian dan pemberdayaan dosen sudah dapat perlindungan dari aspek hukum, dan orang lain tidak bisa secara bebas mengklaim karya-karya dosen IAIN Bukittinggi, kita dorong kepada dosen dan civitas akademika IAIN Bukittinggi membuatkan HAKI atas karya-karya intelektual mereka, agar mendapat perlindungan hukum yang kuat”, ujarnya.

Read 725 times

Download Template Joomla 3.0 free theme.