IAIN Bukittinggi

Deutschland online bookmaker http://artbetting.de/bet365/ 100% Bonus.

Peran Padusi Minang di Mata Dunia

15 January 2018 By In Berita Terbaru

padusi minangkabau

Peran Padusi Minang di Mata Dunia dibahas dalam Seminar Nasional Budaya yang diangkat oleh Ikatan Kartini Profesional Indonesia (Ikapri). Seminar berlangsung Rabu (10/01) di Gedung Triarga Istana Bung Hatta Bukittinggi. Hadir sebagai pemateri Prof. Eje Kim, PhD dari Seoul University Korea dengan penerjemah Febria Sri Artika, S.Si, M.Pd dari IAIN Bukittinggi, Ketua Bundo Kanduang Propinsi Sumbar Prof. DR. Ir. Hj. Puti Reno Raudhah Thaib dan Ketua Ikatan Wanita Kurai Bukittinggi Zulzetri, MPd.

Ketua Emalinda Chaidir Ketua Ikapri Kota Bukittinggi mengungkapkan IKPARI adalah Organisasi Perempuan yang mewadahi berbagai profesi perempuan. “Ikapri sengaja mengangkatkan tema Padusi Minangkabau dimata dunia sebagai bakti kepada anak nagari. Untuk memperjelas dan mempertegas bagaimana seharusnya seorang padusi minang itu.”

“Seminar hari ini berangkat dati penelitian yang dilakukan Prof. Eje Kim, bahwa Padusi Minangkabau merupakan Perempuan Terkuat di Dunia, bahkan lebih kuat dibandingkan perempuan Inggris. Maka Ikapri ingin mempertemukan hasil penelitian tersebut dengan budaya asli Minangkabau sebagai Pusako Anak Nagari, untuk memperkokoh budaya.”

Wakil Walikota Bukittinggi Irwandi tertarik dengan tema yang diangkat. “Kita tahu persis di Minangkabau bagaimana peran seorang Bundo Kanduang, tidak saja Ibu Rumah Tangga, pendidik anak dan juga penopang kehidupan Rumah Tangga dengan segala profesi yang ada. Karena itu peran perempuan sangat perlu diapresiasi. Karena mayoritas penggerak ekonomi adalag kaum perwmpuan”.

Peran Perempuan di Minangkabau sudah mendapat tempat. Nampak beberapa posisi eselon dijabat perempuan di Bukittinggi. Dengan kondisi kekinian, banyak tantangan yang dihadapi. “Saya mengikuti banyak tulisan dari Bundo Raudah yang memaparkan peran dan kehidupan Perempuan minang yang sebenarnya dan juga masalah budaya. Untuk itu kami memberikan apresiasi kepada beliau”.

Dari hasil Penelian Miss Kim nampak ruang yang diberikan untuk Wanita Minang berkreatifiras cukup besar. Sehingga Miss Kim menilai perempuan Minang adalah perempuan tangguh. Ini menjadi kebanggaan bagi kita. (Humas IAIN Bukittinggi)

Peran Padusi Minang di Mata Dunia dalam seminar nasional dibahas dalam Seminar Nasional Budaya yang diangkat oleh Ikatan Kartini Profesional Indonesia (Ikapri). Seminar berlangsung Rabu (10/01) di Gedung Triarga Istana Bung Hatta Bukittinggi. Hadir sebagai pemateri Prof. Eje Kim, PhD dari Seoul University Korea dengan penerjemah Sri Antika, S.Si, M.Pd dari IAIN Bukittinggi, Ketua Bundo Kanduang Propinsi Sumbar Prof. DR. Ir. Hj. Puti Reno Raudhah Thaib dan Ketua Ikatan Wanita Kurai Bukittinggi Zulzetri, MPd.

Ketua Emalinda Chaidir Ketua Ikapri Kota Bukittinggi mengungkapkan IKPARI adalah Organisasi Perempuan yang mewadahi berbagai profesi perempuan. “Ikapri sengaja mengangkatkan tema Padusi Minangkabau dimata dunia sebagai bakti kepada anak nagari. Untuk memperjelas dan mempertegas bagaimana seharusnya seorang padusi minang itu.”

“Seminar hari ini berangkat dati penelitian yang dilakukan Prof. Eje Kim, bahwa Padusi Minangkabau merupakan Perempuan Terkuat di Dunia, bahkan lebih kuat dibandingkan perempuan Inggris. Maka Ikapri ingin mempertemukan hasil penelitian tersebut dengan budaya asli Minangkabau sebagai Pusako Anak Nagari, untuk memperkokoh budaya.”

Wakil Walikota Bukittinggi Irwandi tertarik dengan tema yang diangkat. “Kita tahu persis di Minangkabau bagaimana peran seorang Bundo Kanduang, tidak saja Ibu Rumah Tangga, pendidik anak dan juga penopang kehidupan Rumah Tangga dengan segala profesi yang ada. Karena itu peran perempuan sangat perlu diapresiasi. Karena mayoritas penggerak ekonomi adalag kaum perwmpuan”.

Peran Perempuan di Minangkabau sudah mendapat tempat. Nampak beberapa posisi eselon dijabat perempuan di Bukittinggi. Dengan kondisi kekinian, banyak tantangan yang dihadapi. “Saya mengikuti banyak tulisan dari Bundo Raudah yang memaparkan peran dan kehidupan Perempuan minang yang sebenarnya dan juga masalah budaya. Untuk itu kami memberikan apresiasi kepada beliau”.

Dari hasil Penelian Miss Kim nampak ruang yang diberikan untuk Wanita Minang berkreatifiras cukup besar. Sehingga Miss Kim menilai perempuan Minang adalah perempuan tangguh. Ini menjadi kebanggaan bagi kita. (Humas IAIN Bukittinggi)

Read 471 times

Download Template Joomla 3.0 free theme.