IAIN Bukittinggi

Deutschland online bookmaker http://artbetting.de/bet365/ 100% Bonus.

Memperkokoh NKRI dengan Revolusi Mental

31 August 2017 By In Berita Terbaru

Memperkokoh NKRIdenganRevolusi Mental

Informasi saat ini menjadi kebutuhan bagi masyarakat. Kampus sebagai salah satu stake holder yang bertanggungjawab dalam menyebarkan informasi yang positif kepada masyarakat. IAIN Bukittinggi saat ini mengurai informasi itu dengan berbagai metode yang dilakukan oleh civitas akademika IAIN Bukittinggi. Pada (30/08) tim Humas dan Umum IAIN Bukittinggi menghadiri kegiatan desiminasi informasi yang diadakan Dinas Komunikasi dan informasi Sumbar yang berkerjasama dengan Kominfo Bukittinggi di Aula Balai Kota Bukittinggi.

Wakil Walikota Bukittinggi, H Irwandi, SH dalam pembukaan mengatakan bahwa sikap dan prilaku harus di rubah mulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat yaitu keluarga, ancaman itu akan datang baik dari dalam maupun luar negeri.

“Disini peran Pemerintah, ninik mamak dan bundo kanduang sangat di perlukan, supaya generasi muda khususnya jangan mudah terpengaruh dengan isu-isu  yang bukans emuanya benar”

Iamenambahkanprinsipinformasi publik itu adalah keterbukaan. “Pemerintah sudah berusaha untuk membubarkan ormas yang mengarah ke paham radikalisme.  Harapan pak wako jika ada informasi yang berkembang, lakukan analisa terlebih dahulu  dan filter informasi yang berkembang,  karena ada kepentingan-kepentingan  segolongan kelompok.” Pukasnya.

Dr. Zaim Rais, MA pemateri kegiatan ini mengatakan saat ini kita sedang menghadapi  ancaman yang sangat serius,  ada sekelompok orang  yang akan menghancurkan NKRini seperti HTI yang ingin mengganti  Idiologi  kebinekaan negara kita dengan ideologi Islam.

“Indonesia negara yang majemuk. Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan  dalam berdakwah, Bukittinggi merupakan suatu kota yang berpotensi untuk terjadinya konflik karena Bukittinggi adalah kota wisata,  banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke Bukittinggi, bahkan di kalangan internal sesama muslim pun ada segolonagan orang yang berdakwah secara keras.” Ungkapnya.

Ia mengatakan faktor - faktor pendorong terjadinya paham radikalisme ini diantaranya adalah “Pemahaman Literal terhadap teks Agama, Pemahaman parsial terhadap ajaran agama, dan Pemahaman terhadap paham tetentu , menutup diri  bahkan  membenci pemahaman yang berbeda” ujarnya.

Tim Humas dan Umum yang berkesempatan menghadiri acara ini yaitu Eva Yoanda, SE, Endrizal, MA, Ilham Mustafa, S.Th.I., Noor Fadli March, MA dan Muhammad Fajri M.A. (Humas IAIN Bukittinggi)

Read 310 times

Download Template Joomla 3.0 free theme.