IAIN Bukittinggi

Deutschland online bookmaker http://artbetting.de/bet365/ 100% Bonus.

KKN IAIN Bukittinggi: Berbasis Potensi Lokal, Kompetensi dan Sosial Keagamaan

06 June 2017 By In Berita Terbaru

kkn

Rektor IAIN Bukittinggi lakukan pelepasan Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada tanggal (09/06) lalu di Aula Student Center IAIN Bukittinggi. KKN kali ini bertemakan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal, Kompetensi dan Sosial Keagamaan. Pada tahun ini programkegiatan KKN PPM IAIN Bukittinggi dilaksanakan berdasarkan pada potensi lokal, disiplin ilmu yang terkait (kompetensi) serta kebutuhan masyarakat di lokasi KKN   terutama sekali bidang sosial keagamaan.

Rektor IAIN Bukittinggi Dr. Ridha Ahida mengatakan pelaksanaan KKN PPM tahun 2017 ini dapat lebih unggul (competitif) dari segi program kerja maupun sosialisasinya kemasyarakat. “Oleh karena itu mahasiswa selalu dituntut agar keberadaan mereka bukan  sebagai beban tetapi  sebagai Konsultan berfikir yang mampu menyelesaikan masalah di lokasi KKN.”

KKN PPM IAIN Bukittinggi tahun 2017 ini dilaksanakan selama 288 jam, (sesuai SE Direktorat Litdimasy Dirjen Dikti, tahun 2007.pelaksanaan ini setara dengan 48 hari. waktu pelaksanaan ini terdiri dari Pelaksanaan di lapangan selama 46 hari dari tanggal 5 juni s/d 20 juli 2017 ditambah dengan pembekalan (coaching) selama 2 hari tanggal 13 s/d 14 Mei 2017.

Lokasi KKN Berdasarkan keputusan Gubernur Sumatera Barat nomor 410-506-2017 tanggal 26 April 2017 tentang penetapan lokasi pelaksanaan KKN PPM mahasiswa perguruan tinggi se Sumatera Barat tahun 2017, maka lokasi KKN PPM IAIN Bukittinggi tersebar pada 7 kecamatan di wilayah Kabupaten Agam yang mencakup 32 Nagari dan 167 Jorong. Jumlah peserta KKN PPM IAIN Bukittinggi tahun 2017 ini adalah sebayak 1.540 orang yang tersebar pada 11 Kompetensi/Jurusan.

Pelaksanaan KKN IAIN Bukittinggi pada tahun ini setidaknya memiliki beberapa perbedaan dibandingkan dengan KKN yang dilaksanakan  pada tahun-tahun sebelumnya, perbedaan tersebut antara lain: (a) Paradigma pelaksanaan KKN, dari Pembangunan (Development) menjadi pemberdayaan ( Empowerman) atau dari konsep lama, yaitu Working for the Community (Bekerja untuk masyarakat) ke konsep baru yaitu (Working With Community (Bekerja dengan masyarakat)

Program individual mahasiswa KKN dikelompokkan menjadi 2 macam program, yaitu:Program Pokok (sesuai dengan tema dan atau bidang ilmunya) dan Program Bantu atau di sebut non disipliner, artinya secara ilmiyah tidak terkait dalam pola kerja interdisipliner.

Program pemberdayaan masyarakat berbasis sosial keagamaan yakni mengidentifikasi problem yang menjadi fokus wilayah kerja. alasannya, dalam pandangan kekinian selalu muncul pemahaman yang keliru tentang sosial dan keagamaan , oleh karena itu, mahasiswa diharapkan mampu menyelesaikan masalah secara intelek di lokasi KKN dengan menggunakan 3-H yakni :Head, yang berarti agar mahasiswa selalu menggunakan akal sebagai landasan berfikir di dalam melaksanakan program/ kegiatan dan sosialnya, Heart, yang berarti etika ataupun moral mahasiswa di tengah-tengah masyarakat  dan Hand, yaitu mampu membawa sedikit perubahan baik terhadap wilayah kerja maupun masyarakatnya. (Humas IAIN Bukittinggi)

Read 332 times

Download Template Joomla 3.0 free theme.