IAIN Bukittinggi

Deutschland online bookmaker http://artbetting.de/bet365/ 100% Bonus.

Reafirmasi Pendidikan Islam dan Identitas Kebangsaan

06 December 2016 By In Berita Terbaru

Seminar Nasional FTIK

Untuk menumbuhkan kembali rasa kebangsaan terhadap mahasiswa IAIN Bukittinggi. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) mengelar seminar nasional bertema “Reafirmasi Pendidikan Islam dan Identitas Kebangsaan “ di Gedung Student Center IAIN Bukittinggi, Senin (5/12).

Seminar nasional tersebut dibuka secara resmi oleh Rektor IAIN Bukittinggi Dr. Ridha Ahida dengan menghadirkan narasumber Dekan Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Abdul Mujib, M. Ag. M, Si dan Dosen Sosiologi Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Univeritas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Suparto M Ed. Ph.D.

Dalam sambutannya, Dr. Ridha Ahida mengatakan, banyak cara untuk memperkuat identitas kebangsaan, tetapi FTIK melihat ada satu perspektif yang akan bisa memperkokoh identitas kebangsaan tersebut yaitu dari perspektif pendidikan Islam.

Melalui seminar ini diharapkan bisa dilihat bagaimana membentuk dan memperkuat identitas kebangsaan dari perspektif pendidikan Islam, sehingga nantinya perspektif pendidikan Islam menjadi suatu hal atau suatu kebijakan dibidang pemerintahan untuk memperkokoh identitas kebangsaan.

Dekan Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Abdul Mujib, M. Ag. M, Si mengatakan, umat Islam harus mengambil peran dan memberikan kontribusi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam sisi apapun, karena keberadaan negara Indonesia tidak terlepas dari perjuangan umat Islam.

Nilai nilai kebangsaan sekarang ini sudah semakin hilang, karena disebabkan Indonesia mengalami krisis multi dimensi bangsa diantaranya, krisis politik, kepercayaan ekonomi, hukum dan pertahanan keamanan. Bahkan saat ini seseorang yang melakukan kritikan terhadap pemerintah dibilang makar.

“Indonesia mengalami krisis dalam bidang penegakan hukum, ini dapat kita lihat dari beberapa orang lain yang melakukan penistaan terhadap agama langsung dipenjara. Sementara Ahok untuk menjadi tersangka saja mengalami proses yang panjang dan tidak dipenjara,” kata Abdul Mujib.

Belum lagi, masalah kehidupan berbangsa yang dihadapi saat ini seperti kesenjangan dan ketidakadilan, konflik vertikal antara orang kaya dengan orang miskin dan horizontal, konflik antara kuat dan yang lemah serta antara masyarakat mayoritas dan minoritas. Problem Primordialisme dengan latar berlakang SARA, serta masalah globalisasi dan factor eksternal lain.

Suatu konflik bagi orang Islam harus dihadapi dan bukan untuk dihindari. “Oleh sebab itu, kita sebagai orang Islam harus mendapat rahmatanlil alamiin, jangan sampai kita itu menjadi momok bagi yang lainnya,” tutur Abdul Mujib.

Ternyata, di dunia negara berpenduduk mayoritas selalu menindas penduduk minoritas, kecuali Indonesia. Sebab penduduk Indonesia mayoritas beragama Islam tidak menindas penduduk non Islam yang minoritas. “Kasus Ahok yang mengebohkan saat ini, bukan masalah Islam dengan non Islam. Akan tetapi ini murni masalah pribadi Ahok itu sendiri,” jelasnya.

Narasumber lain, Dosen Sosiologi Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Univeritas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidaytullah Jakarta, Suparto M Ed. Ph.D mengatakan,  Pendidikan Islam harus memiliki kontribusi, dimana kontribusi tersebut mesti berkualitas yang artinya umat Islam harus berkualitas dengan daya saing tinggi.

Selain itu penguatan karakter Islami melalui materi soft skills. Dan tak lupa umat islam harus menanamkan rasa cinta tanah air dan pengabdian diri kepada kemajuan bangsa dan negara. Serta tak kalah pentingnya harus sanggup membangun relevansi dengan disiplin ilmu lainnya.

Menurut Suparto tantangan kedepan umat Islam masih banyak, mulai dari Islamic umatism, Islamic nationalism, Islamic transnationalism dan ideologi baru, serta Pendidikan Agama yang masih bersifat kognitif dan mayoritas masih secara kuantitatif namun minoritas dalam kualitatif. (Humas IAIN Bkt)

Read 409 times

Download Template Joomla 3.0 free theme.